• Phone: (021) - 357 60434
  •  info@hr-qu.com

Dapatkah Profesional dan Praktisi HR (Human Resource) Terbebas Dari Praktek KKN ?

  • Super User
  • Dapatkah Professional dan Praktisi HR (Human Resource) Terbebas Dari KKN?
  • Be the first to comment!
  • Read 233 times Last modified on Thursday, 08 November 2018 10:44

Adalah sesuatu hal yang sulit jika Professional dan Praktisi HR menghindari praktek KKN. Sebagai Professional dan Praktisi HR saya menghimbau dan mewajib kan anda untuk ber- KKN. Wah …kan KKN itu melanggar Undang - undang. Nanti bisa ditangkap KPK? Eit..Tunggu dulu KKN yang satu ini lain. Bukan Kolusi Korupsi Nepotisme. Bukan pula Kuliah Kerja Nyata.

Sebagai Profesional dan Praktisi HR anda wajib KKN:

Adalah sesuatu hal yang sulit jika Professional dan Praktisi HR menghindari praktek KKN. Sebagai Professional dan Praktisi HR saya menghimbau dan mewajib kan anda untuk ber- KKN. Wah …kan KKN itu melanggar Undang_undang. Nanti bisa ditangkap KPK? Eit..Tunggu dulu KKN yang satu ini lain. Bukan Kolusi Korupsi Nepotisme. Bukan pula Kuliah Kerja Nyata.

Sebagai Profesional dan Praktisi HR anda wajib KKN:

K = Kompetensi.

Kompetensi wajib dimiliki oleh professional dan praktisi HR. Tiga kompetensi penting yang harus dimiliki Profesional dan Praktisi HR adalah: Business Process dimana para Professional dan Praktisi HR berkecimpung, Pengetahuan dan Pemahaman Fungsi-Fungsi HR (Rekrutment & Seleksi, Training & Development, Compensation dll) dan Change Management.

K = Kredibilitas.

Sulit dibayangkan apa yang terjadi jika sebagai professional dan praktisi HR tidak punya kredibilitas. Rekan kerja, atasan, bawahan, karyawan dan bahkan klien akan sulit bekerja sama karena masalah kredibilitas tersebut. Tak dapat dipungkiri bahwa sukses professional dan praktisi HR harus melibatkan pihak-pihak lain seperti rekan kerja, bawahan, atasan, klien dsb. Jadi kredibilitas sangatlah penting.

N=Networking.

Networking adalah salah satu kemampuan yang wajib dimiliki oleh para professional dan praktisi HR dimanapun. Karena dengan networking kita mendapatkan informasi, pengetahuan, pengalaman dalam praktek pengelolaan HR dari jejaring yang kita miliki. Salah satu contohnya jika kita tidak mempunyai data pasar penggajian dengan kemampuan networking kita miliki, kita bisa melakukan benchmarking masalah penggajian sehingga pada akhirnya kita mampu membuat struktur dan skala gaji yang adil dan kompetitif berkat networking yang kita miliki.

Banyak diantara para professional dan praktisi HR mempunyai net (jaringan) tapi kurang berjalan dengan baik. Dengan kata lain tidak working. Nah mulai saat ini maksimalkan networking anda. Jangan tunda lagi. Selamat membangun Kompetensi Kredibilitas dan Networking .

Tagged under
Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.