• Phone: (021) - 357 60434
  •  info@hr-qu.com

Adalah sesuatu hal yang sulit jika Professional dan Praktisi HR menghindari praktek KKN. Sebagai Professional dan Praktisi HR saya menghimbau dan mewajib kan anda untuk ber- KKN. Wah …kan KKN itu melanggar Undang - undang. Nanti bisa ditangkap KPK? Eit..Tunggu dulu KKN yang satu ini lain. Bukan Kolusi Korupsi Nepotisme. Bukan pula Kuliah Kerja Nyata.

Sebagai Profesional dan Praktisi HR anda wajib KKN:

Adalah sesuatu hal yang sulit jika Professional dan Praktisi HR menghindari praktek KKN. Sebagai Professional dan Praktisi HR saya menghimbau dan mewajib kan anda untuk ber- KKN. Wah …kan KKN itu melanggar Undang_undang. Nanti bisa ditangkap KPK? Eit..Tunggu dulu KKN yang satu ini lain. Bukan Kolusi Korupsi Nepotisme. Bukan pula Kuliah Kerja Nyata.

Sebagai Profesional dan Praktisi HR anda wajib KKN:

K = Kompetensi.

Kompetensi wajib dimiliki oleh professional dan praktisi HR. Tiga kompetensi penting yang harus dimiliki Profesional dan Praktisi HR adalah: Business Process dimana para Professional dan Praktisi HR berkecimpung, Pengetahuan dan Pemahaman Fungsi-Fungsi HR (Rekrutment & Seleksi, Training & Development, Compensation dll) dan Change Management.

K = Kredibilitas.

Sulit dibayangkan apa yang terjadi jika sebagai professional dan praktisi HR tidak punya kredibilitas. Rekan kerja, atasan, bawahan, karyawan dan bahkan klien akan sulit bekerja sama karena masalah kredibilitas tersebut. Tak dapat dipungkiri bahwa sukses professional dan praktisi HR harus melibatkan pihak-pihak lain seperti rekan kerja, bawahan, atasan, klien dsb. Jadi kredibilitas sangatlah penting.

N=Networking

Networking adalah salah satu kemampuan yang wajib dimiliki oleh para professional dan praktisi HR dimanapun. Karena dengan networking kita mendapatkan informasi, pengetahuan, pengalaman dalam praktek pengelolaan HR dari jejaring yang kita miliki. Salah satu contohnya jika kita tidak mempunyai data pasar penggajian dengan kemampuan networking kita miliki, kita bisa melakukan benchmarking masalah penggajian sehingga pada akhirnya kita mampu membuat struktur dan skala gaji yang adil dan kompetitif berkat networking yang kita miliki.

Banyak diantara para professional dan praktisi HR mempunyai net (jaringan) tapi kurang berjalan dengan baik. Dengan kata lain tidak working. Nah mulai saat ini maksimalkan networking anda. Jangan tunda lagi. Selamat membangun Kompetensi Kredibilitas dan Networking .

Published in News
Wednesday, 10 January 2018 06:11

Man Power Planning

MAN POWER PLANNING (MPP)

Menurut pendapat pencari kerja, memperoleh pekerjaan itu susah. Lain lagi menurut pendapat professional HRD. Mendapatkan pegawai untuk memenuhi kebutuhan perusahaan lebih sulit. Ada tantangan tersendiri. Sebenarnya apa gerangan yang terjadi? Ternyata masalahnya adalah qualifikasi dan kompetensi pencari kerja belum sesuai dengan kebutuhan dan keinginan perusahaan.

Kegiatan merencanakan, menghitung dan menetapkan jumlah karyawan yang diperlukan oleh organisasi baik jangka pendek, menengah dan jangka panjang adalah man power planning. Tujuan kegiatan man power planning antara lain:

Mengetahui kelebihan/kekurangan jumlah karyawan yang diperlukan oleh organisasi
Sebagai dasar untuk melakukan rekutmen, seleksi, mutasi atau terminasi.
Untuk mengontrol biaya personnel.
Untuk merencanakan dan memproyeksikan kebutuhan personnel jangka menengah dan panjang.
Dapat digunakan untuk mengoptimalkan jumlah dan produktivitas personnel.
Dengan melakukan kegiatan man power planning yang tepat maka akan terhindar dari istilah organisasi gemuk. Organisasi yang gemuk akan mengurangi produktivitas dan tidak efisien karena memerlukan biaya personnel yang besar.

Published in News