• Phone: (021) - 357 60434
  •  info@hr-qu.com

Penilaian Kerja Performanced & Management System

  • Nailun Dawam
  • Penilaian Kerja Performanced & Management System
  • Be the first to comment!
  • Read 169 times Last modified on Thursday, 13 December 2018 10:57

Penilaian kinerja adalah system untuk menilai kinerja/performance karyawan dalam periode tertentu misal per 6 bulanan atau tahunan. Tujuan dari penilaian kinerja antara lain untuk training dan pengembangan karyawan, remunerasi, promosi dan sudah barang tentu untuk dokumentasi perusahaan.

Dokementasi? Ya sederhananya kalau perusahaan ingin mengetahui karyawan mana yang mempunyai kinerja bagus dan konsisten akan mudah dilakukan sepanjang perusahaan mempunyai system dokumentasi yang baik. Selain itu apabila sustu saat ada masalah dengan perselisihan ketenagakerjaan perusahaan mempunyai dokumentasi tentang kinerja dari karyawan. 

Dalam prakteknya seringkali penilaian kinerja merupakan beban dan menjadi hal yang tidak nyama (dlam bahasa jawa: ewuh pekewuh) bagi Penilai dan yang dinilai sehingga munculah berbagai bias/error dalam penilaian. Misal penilai yang cenderung loyal dalam memberikan penilaian atau juga sebaliknya terlalu pelit dalam memberikan penilaian. Ada yang lain lagi. Penilai yang ingin aman sehingga memberi nilai di angka rata-rata saja kepada hampir semua karyawan yang dinilai dan masih banyak lagi bias/error-error yang lain.

Untuk mengurangi bias/error tersebut maka muncullah system yang lebih complicated yatu system penilaian 360 derajat yang melibatkan banyak rater/penilai. Penilai dalam hal ini adalah diri sendiri, atasan, rekan sekerja, customer dan bawahan. Model ini pun walaupun lebih baik tapi masih belum memuaskan. Lalu adakah cara lainnya?

 

Untuk lebih memberikan kepuasan bagi yang terlibat dalam peneilaian kinerja dan perusahaan maka kemudian muncul Performance Management System. Sebenarnya penilaian kinerja adalah bagian dari Performance Management System. Tambahannya dalam hal perencanaan (planning) performance, managing performance (coaching & konseling) dan proses evaluasi performance (penilaian kinerja). Karena ada proses managing performance maka hasil dari penilaian kinerja tidak akan mengagetkan hasilnya bagi karyawan seperti jika perusahaan hanya menerapkan penilaian keinerja saja. Mengapa? Dalam praktek penilaian kinerja ada karyawan merasa akan mendapatkan nilai yang baik tetapi setelah proses penialaian mendapat hasil sebaliknya. Itulah pentingnya managing performance karena didalamnya ada interaksi antara atasan dan bawahan dalam proses mencapai objective yang telah ditetapkan bersama atara karyawan dengan perusahaan.

Jadi kesimpulannya, untuk meningkatkan kinerja perusahaan mempunya alat ukur penilaian kinerja. Apabila sudah berjalan dengan baik diharapkan perusahaan meningkatkan model penilaian kinerja dengan Performance Management System.

 

Nailun Dawam
Senior Consultant
Quadrant HR Solution
HP/WA : 0816 1652944

Tagged under
Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.