Top Panel

Dapatkah Profesional dan Praktisi HR (Human Resource) Terbebas Dari Praktek KKN ?

Adalah sesuatu hal yang sulit jika Professional dan Praktisi HR menghindari praktek KKN. Sebagai Professional dan Praktisi HR saya menghimbau dan mewajib kan anda untuk ber- KKN. Wah …kan KKN itu melanggar Undang_undang. Nanti bisa ditangkap KPK? Eit..Tunggu dulu KKN yang satu ini lain. Bukan Kolusi Korupsi Nepotisme. Bukan pula Kuliah Kerja Nyata. Sebagai Profesional dan Praktisi HR anda wajib KKN:


MORE INFO

METODE PERHITUNGAN PPH21 GROSS, NET, GROSS-UP & NON GROSS-UP

Dalam praktek perhitungan PPH 21 perusahaan menggunakan berbagai macam metoda ada gross, net, gross-up, non gross-up. Mengapa terjadi demikian?  Untuk lebih jelasnya mari kita bahas lebih detail. Metode Gross: Apabila PPh21 terutang  dibayar sendiri oleh karyawan  yang bersangkutan : Contoh : Si A (TK/0) Gaji sebulan = Rp. 5.000.000,- PPh 21 yang dibayar sendiri = Rp 30.000,- Take home pay = Rp.4.970.000,-


MORE INFO

Penilaian Kinerja dan Performance Management System

Penilaian kinerja adalah system untuk menilai kinerja/performance karyawan dalam periode tertentu misal per 6 bulanan atau tahunan. Tujuan dari penilaian kinerja antara lain untuk training dan pengembangan karyawan, remunerasi, promosi dan sudah barang tentu untuk dokumentasi perusahaan. Dokementasi? Ya sederhananya kalau perusahaan ingin mengetahui karyawan mana yang mempunyai kinerja bagus dan konsisten akan mudah dilakukan sepanjang perusahaan mempunyai system dokumentasi yang baik. Selain itu apabila sustu saat ada masalah dengan...


MORE INFO

Quadrant Awipana

SOFTWARE UNTUK MENYUSUN STRUKTUR SKALAUPAH/GAJI ( GRADING/LEVELING) Berdasarkan amanat Pasal 92 UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan: Pengusaha menyusun struktur dan skala upah dengan memperhatikan golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan, dan kompetensi. Pengusaha melakukan peninjauan upah secara berkala dengan memperhatikan kemampuan perusahaan dan produktivitas. Ketentuan mengenai struktur dan skala upah sebagaimana dimaksud pada ayat diatur dengan Keputusan Menteri. Kemudian pada tahun 2004 Pemerintah mengeluarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja ...


MORE INFO

Quadrant HRIS

Quadrant Human Resources Information System HRISmerupakan suatu sistem informasi yang terintegrasi. Dengan adanya HRIS yang baik dan handal diharapkan pengelolaan sumber daya manusia di dalam suatu perusahaan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Program HRIS terlengkap yang dikembangkan oleh Quadrant HR Solution mempunyai beberapa keunggulan yang signifikanantara lain: mudah dioperasikan, prosesperhitungangaji, PPH 21, lembur, kehadiran, klaim medical dan lain-lain sangat akurat, serta dapat menghasilkan berbagai laporan yang informatif sesuai dengan kebutuhan. Fitur-Fitur...


MORE INFO

Quadrant Payroll

Quadrant Payroll adalah software manajemen penggajian yang dirancang untuk memudahkan dalam input data, proses kalkulasi gaji dan potongan serta menghasilkan laporan yang informatif sesuai dengan kebutuhan perusahaan/organisasi. Keunggulan: Menggunakan Formula Parameter Based. Mampu mengatasi model penggajian  yang berbeda-beda. PPh 21 gross, gross-up dan nett. PPh 21 dibayar karyawan, perusahaan atau mix. Historical Data tercatat dan terdokumentasi dengan baik Sistem otorisasi berjenjang security yang aman. Terdapat fitur export dan import data.         Modul: Dashboard Data Karyawan Kehadiran, Cuti,...


MORE INFO
012345

About Us

image

Quadrant HR Solution adalah penyedia solusi Human Resources dengan dua core competencies : strategic dan transaksional.


ReadMore >>

Our Services

image

Keinginan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik memacu gairah kami untuk terus berinovasi.


ReadMore >>

Our Products

image

Pengalaman dalam mendesain dan mengaplikasikan solusi HR adalah jaminan  kami dalam memberikan kepuasan kepada klien.


ReadMore >>

Penilaian Kinerja dan Performance Management System

Penilaian kinerja adalah system untuk menilai kinerja/performance karyawan dalam periode tertentu misal per 6 bulanan atau tahunan. Tujuan dari penilaian kinerja antara lain untuk training dan pengembangan karyawan, remunerasi, promosi dan sudah barang tentu untuk dokumentasi perusahaan. Dokementasi? Ya sederhananya kalau perusahaan ingin mengetahui karyawan mana yang mempunyai kinerja bagus dan konsisten akan mudah dilakukan sepanjang perusahaan mempunyai system dokumentasi yang baik. Selain itu apabila sustu saat ada masalah dengan perselisihan ketenagakerjaan perusahaan mempunyai dokumentasi tentang kinerja dari karyawan.

Dalam prakteknya seringkali  penilaian kinerja merupakan beban dan menjadi hal yang tidak  nyama (dlam bahasa jawa: ewuh pekewuh) bagi Penilai dan yang dinilai sehingga munculah berbagai bias/error dalam penilaian. Misal penilai yang cenderung loyal dalam memberikan penilaian atau juga sebaliknya terlalu pelit dalam memberikan penilaian. Ada yang lain lagi. Penilai yang ingin aman sehingga memberi nilai di angka rata-rata saja kepada hampir semua karyawan yang dinilai dan masih banyak lagi bias/error-error yang lain.


Untuk mengurangi bias/error tersebut maka muncullah system yang lebih complicated yatu system penilaian 360 derajat yang melibatkan banyak rater/penilai. Penilai dalam hal ini adalah diri sendiri, atasan, rekan sekerja, customer dan bawahan. Model ini pun walaupun lebih baik tapi masih belum memuaskan. Lalu adakah cara lainnya?


Untuk lebih memberikan kepuasan bagi yang terlibat dalam peneilaian kinerja dan perusahaan maka kemudian muncul Performance Management System. Sebenarnya penilaian kinerja adalah bagian dari Performance Management System. Tambahannya dalam hal perencanaan (planning) performance, managing performance (coaching & konseling) dan proses evaluasi performance (penilaian kinerja). Karena ada proses managing performance maka hasil dari penilaian kinerja tidak akan mengagetkan hasilnya bagi karyawan seperti jika perusahaan hanya menerapkan penilaian keinerja saja. Mengapa? Dalam praktek penilaian kinerja ada karyawan “merasa” akan mendapatkan nilai yang baik tetapi setelah proses penialaian mendapat hasil sebaliknya. Itulah pentingnya “managing performance”karena didalamnya ada interaksi antara atasan dan bawahan dalam proses mencapai objective yang telah ditetapkan bersama atara karyawan dengan perusahaan.
Jadi kesimpulannya, untuk meningkatkan kinerja  perusahaan mempunya alat ukur penilaian kinerja. Apabila sudah berjalan dengan baik diharapkan perusahaan meningkatkan model penilaian kinerja dengan Performance Management System.

 


Nailun Dawam
Senior Consultant
Quadrant HR Solution
HP/WA : 0816 1652944

Contact Us

Telp : 0812 9577 4518, (021) - 357 60434
Fax : (021) - 734 42450
Email : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Web : www.hr-qu.com

Head Office : Wisma NH Pancoran Lantai Dasar, Jl. Raya Pasar Minggu Kav. 2B - C Jakarta Selatan 12780
Branch : Jl. Ciledug Raya No. 15 Jakarta Selatan 12270